Indonesia Krisis 7 Juta Pencari Loker, Anak SMK IT ini Justru Sudah Dilirik Industri

Loker Jurusan TKJ

Indonesia Krisis 7 Juta Pencari Loker, Anak SMK IT ini Justru Sudah Dilirik Industri

Ancaman Loker dan Pengangguran, Sekolah dan Perguruan Tinggi Tak Cukup Bekali Anak Muda?

Pengangguran makin melonjak, utamanya dari kalangan usia muda. Loker dipenuhi lulusan SMA/SMK dan Perguruan Tinggi, namun banyak penolakan. Bagaimana orang tua persiapkan masa depan anak ketika sekolah dan perguruan tinggi tidak cukup mempersiapkan skill anak?

Ā 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, jumlah pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mencapai 7,46 juta orang. Angka pengangguran usia muda melonjak signifikan, dengan lulusan SMK dan SMA menjadi kelompok yang paling banyak kesulitan mendapat pekerjaan (Sumber: Detik.com).


Di tengah krisis 7 juta pencari kerja yang terjadi pada 2025, dunia pendidikan dihadapkan pada satu pertanyaan besar: sejauh mana sekolah mampu menyiapkan lulusan yang benar-benar siap kerja, bukan sekadar siap lulus? Siap kerja di sini bukan berarti hanya berorientasi pada mengejar penghasilan namun juga anak muda yang memiliki kematangan skill, mental, dan pengetahuan akan dunia kerja.

Sekolah Ini Siapkan Pelajar dengan Skill Ala Profesional dan Langsung Kerja

Saat ini di Indonesia masih banyak pencari kerja baik lulusan sekolah hingga perguruan tinggi. Namun kabar baiknya, para siswa dari SMK ini justru sudah melangkah lebih jauh dengan bekal pengalaman magang profesional dan sertifikasi internasional. Mereka mendapat kesempatan besar sebelum mereka lulus sekolah. Sudah umum terjadi banyak lulusan perguruan tinggi yang masih harus mengikuti kursus dan pelatihan skill. Namun banyak yang tidak tahu, siswa IDN Boarding School sudah memperoleh kepercayaan dan posisi penting oleh berbagai perusahaan dan lembaga negara maupun swasta. Artinya, pelajaran yang diberikan di sekolah benar-benar berfokus pada pengembangan skill yang dibutuhkan industri.

Ā 

Siswa-siswa SMK IDN Boarding School sejak bangku sekolah telah terjun langsung ke dunia industri, khususnya di bidang teknologi informasi. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga belajar berbasis projek. Tugas sekolah mereka dari membuat projek digital prototipe hingga projek permintaan dari klien sungguhan. Di kelas 12, selama 1 tahun mereka menjalani magang profesional di lingkungan kerja, berhadapan dengan standar industri yang sesungguhnya.

Bagaimana Cara Lolos di Berbagai perusahaan di Tengah Ketatnya Seleksi Loker?

Kematangan CV dan portofolio, serta soft-skill seperti komunikasi, bersosialisasi, dan public speaking yang baik. Semua telah dipersiapkan jauh-jauh hari di IDN. Para siswa juga telah mendapatkan sertifikasi internasional yang menjadi tolok ukur kompetensi global. Sertifikasi seperti Cisco Certified Network Associate (CCNA) dan MikroTik Certified Routing Engineer (MTCRE) misalnya oleh siswa Jurusan TKJ.

Berikut ini cerita pengalaman magang para siswa IDN Boarding School di berbagai perusahaan ternama. Tugas yang mereka terima benar-benar melatih skill mereka, bukan sekadar tugas-tugas receh khas anak magang yang sering dikeluhkan. Simak ceritanya di sini.

1. Ammar Maulana Habibi – 12 TKJ IDN Boarding School

Network Engineer + IT Helpdesk itu gampang? Ammar buktikan sendiri ternyata dunia IT kantor cabang itu real, kompleks, namun bisa dipelajari dan dihadapi. Selama PKL di PT Timah Jakarta Pusat, Ammar dapat banyak jobdesk. Ia mengerjakan rekap data devices, troubleshoot PC karyawan yang error, monitor Server Room & CCTV, setup perangkat kantor, sampai testing koneksi.

2. Hilmi Ainur Rasyid – 12 TKJ IDN Boarding School

Selama dua bulan magang sebagai IT Support di PT Halcom Integrated Solution, Hilmi terjun langsung dalam proyek besar yang jarang dialami siswa SMA/SMK. Di perusahaan ternama ini, ia dipercaya menangani maintenance 585 CCTV milik PT Epson Batam. Mulai dari pengecekan kualitas gambar, memastikan kesesuaian IP, hingga pendataan dan mapping satu per satu. Semuanya dilakukan secara bertahap, sistematis, dan penuh ketelitian. Pengalaman ini membuka pandangannya tentang dunia IT Support yang nyata. Baginya, proyek ini menjadi langkah besar yang mengokohkan minatnya pada dunia IT Support.

3. Abdurrahman Zuhair – 12 RPL IDN Boarding School

Berbeda dengan Hilmi, Zuhair justru menekuni jalur Software Engineering. Ia kini sedang mengasah kemampuan sebagai Junior Software Engineer di PT Infinite-ERP. Menjadi intern developer, Zuhair membangun UI dan API untuk layanan investasi mobile. Setiap hari ia berkutat dengan coding, debugging, memahami struktur database, dan mengembangkan fitur dalam produk perusahaan.

==

4. Zaid Hilman Al Farisi Marpaung – 12 RPL IDN Boarding SchoolĀ 

Skill siswa IDN Boarding School memang diakui di banyak perusahaan. Kali ini ada Zaid yang sudah berperan aktif dalam proyek besar di Telkom STO sebagai Software Engineer. Zaid mengembangkan web dashboard untuk divisi CPO agar tim bisa memantau proyek dan order secara real-time, sekaligus membangun automasi proses kerja dengan platform n8n yang membuat operasional lebih cepat dan efisien.

5. Muhammad Haikal Ramadhika – 12 TKJ IDN Boarding School

Haikal dipercaya oleh PT Yaksa Ersada Solusindo sebagai NOC (Network Operations Center). Selama PKL, berikut ini tanggung jawab yang diembannya:

  • Ā Monitoring 4 ISP (Indosat, Icon, Telkom, Iforte)
  • Mengawasi ±50 perangkat tiap ISP dengan Fortinet
  • Handle site down dari notif Telegram & grup SOC
  • Analisis gangguan pakai FortiManager & FortiAnalyzer
  • Dokumentasi outage (RFO, jam down/up) dengan rapi
  • Troubleshooting link (ping, gateway, port, ARP)
  • Cek CVE agar sistem tetap aman & up-to-date

6. Fadel Ahmad – 12 TKJ IDN Boarding School

Fadel menjadi IT Support / Network Support di PT. Mega Akses Persada. Ia berada di bagian Techsol dan Managed Service, untuk menghadirkan solusi yang menghubungkan kebutuhan dan kepercayaan klien. Di Techsol, ia mengelola POC seperti Starlink. Di Managed Service, ia memastikan setiap perangkat siap dan aman, menghubungkan minimarket di berbagai wilayah di Indonesia.

7. Muhammad Akram – 12 TKJ IDN Boarding School

Akram dipercayai sebagai NOC Helpdesk Fiber Optic di PT. Putra Media Telecommunitations. Tugasnya memantau ribuan koneksi Fiber Optic yang menghubungkan tower dan data center dari Jabodetabek hingga Sumatera.

==

8. Hilmy Sarwono – 10 TKJ IDN Boarding School

Masih di bangku kelas 10, Hilmy dan teman-temannya telah memperoleh sertifikasi internasional. Setelah mengikuti training yang panjang, alhamdulillah mereka memperolehĀ  sertifikasi MTCRE Mikrotik di ID Networkers Slipi, Jakarta. Tidak banyak remaja seusia mereka yang telah menguasai satu skill secara khusus bahkan sekelas profesional. Pencapaian ini tidak lepas dari usaha belajar yang panjang dan penuh ketekunan, serta pembinaan dan mentoring terbaik dari guru-guru di IDN.

Baca juga Siswa IDN Jurusan TKJ Peroleh Sertifikasi CCNA.

==

Sekolah IT Bentuk Siswa yang Dikejar Loker, Bukan Dighosting Loker

Pengalaman magang dan sertifikasi yang dijalani para siswa ini membentuk pola pikir profesional sejak dini. Mereka terbiasa bekerja dengan target, berkomunikasi dalam tim, menyelesaikan masalah teknis, hingga memahami etika kerja di dunia industri. Hal inilah yang kemudian membuat mereka mulai dilirik oleh industri, bahkan sebelum status kelulusan mereka resmi disandang.

Ā 

Pendekatan ini menunjukkan bahwa krisis pencari kerja sejatinya tidak hanya soal jumlah, tetapi juga soal kesiapan. Ketika lulusan dibekali pengalaman nyata dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri, jurang antara dunia pendidikan dan dunia kerja dapat dipersempit. Anak SMK tidak lagi diposisikan sebagai pencari kerja pasif, melainkan sebagai talenta muda yang siap berkontribusi. Apalagi di era pesatnya informasi, anak muda sudah mampu mengerahkan ide, tenaga, dan waktunya untuk berkarir. Masa muda masanya penuh mimpi, cita-cita, semangat, dan berbanding lurus dengan energi yang mereka miliki. Maka potensi mereka bisa dibiarkan tertidur. Salah satunya dengan memilih sekolah terbaik yang mampu membangunkan dan menemukan potensi mereka.

Ā 

IDN Boarding School menghadirkan model pendidikan vokasi yang menekankan pengalaman kerja dan sertifikasi internasional untuk menjawab krisis ketenagakerjaan nasional. Bukan dengan janji, melainkan dengan bukti. Anak SMK tidak menyumbang berpengalaman, bersertifikat, dan siap bersaing di level industri global.