Ust. Bram: SMK Lain Raih Sertifikat MTCNA Kelas XII, Kita Kelas X

1 min read

test mtcna di idn jonggol

IDNews. “Karena kalau diluar (SMK lain, pen) itu kan, kebanyakan MTCNA dipelajari di kelas tiga (XII), kalau kita itu di kelas satu (X), itu kelebihan kita ” ujar Ari Ramadhan (Ust. Bram) selaku guru TKJ IDN Boarding School Jonggol.

Tepat pada hari Jum’at (25/10) sebanyak 38 dari 42 santri atau sekitar 98% santri SMK TKJ IDN Boarding School kelas X berhasil meraih sertifikat internasional MTCNA (MikroTik Certified Network Associate). Ust. Bram menerangkan, sertifikasi tersebut adalah sertifikasi dasar jaringan MikroTik Associate, dan sertifikasi tersebut diakui secara internasional.

” MTCNA itu tuh salah satu sertifikasi di MikroTik level basic (dasar). Dan Alhamdulillah sebanyak 98% santri kita lulus dan rata-rata nilainya diatas 75. Itu kan sertifikasinya internasional dan resmi nama anak-anak sudah terdaftar sebagai (lulusan, pen) MikroTik Associate, bisa dicek di website MikroTik nya” terangnya.

Dengan adanya sertifikat internasional di bidang jaringan internet tersebut, para santri akan memiliki nilai tambah tersendiri di dalam sebuah perusahaan, terutama perusahaan yang bergerak di bidang IT. Dan dengan sertifikat tersebut, para santri juga dianggap telah sah menjadi Network Engineer.

” Selain itu kelebihannya juga bisa menjadi nilai tambah di perusahaan. Kan rata-rata yang ujian MTCNA itu orang-orang yang sudah bekerja ya, sedangkan kita, kita wajibkan dari kelas satu (X). ”

“Kalau di dunia kerja tuh, network engineer itu wajib memiliki sertifikasi internasional, dan salah satunya MTCNA. Jadi kalau santri kita mau PKL atau melamar pekerjaan, mereka sudah punya pegangan..” ujar Ust. Bram.

test mtcna di idn jonggol

Terakhir, ia berharap dengan diperolehnya sertifikat internasional tersebut, para santri tidak lantas berbangga diri dan merasa cukup dengan apa yang telah mereka raih. Para santri juga diharap dapat membuktikan kemampuan dan skillnya bahwa mereka pantas memiliki sertifikat internasional itu.

” Saya harap anak-anak dapat mempertanggungjawabkan sertifikat yang sudah mereka dapat. Karena walau bagaimanapun, sertifikat harus dibarengi dengan keahlian yang sesuai dengan standarnya. Karena kalau kita cuma dapat sertifikatnya saja (tanpa skill, pen) yaa kurang afdhol . Sertifikat itu perlu pembuktian, tapi yang paling penting tetap skillnya” tandasnya.

Ikuti perkembangan berita selanjutnya di www.idn.sch.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need help? Let's chat with us!

Perlu bantuan ? silahkan klick dibawah ini untuk mulai bicara dengan kami

Admin

SMP-SMK IDN

Online

SMP-SMK IDNJagoan IT Pinter Ngaji

Assalaamu'alaikum ada yang bisa kami bantu ? 00.00