Selamat! Aplikasi “Sekolah Ku” Juarai IDN UX Design Competition

1 min read

IDNews. Aplikasi Sekolah Ku besutan tim Hello World ! berhasil menjuarai UX Design Competition yang digelar oleh IDN Boarding School pada Sabtu, (28/9) lalu. Pengumuman pemenang disampaikan oleh Ust. Seno bertepatan dengan apel pagi yang digelar pada hari Senin, (30/9) di lapangan IDN Boarding School.

Dzikri Razzan Athallah, selaku ketua tim Hello World ! beserta dua anggota lainnya (Adil Fathi Abdillah dan Yusuf Adhika Jayanto) merasa senang karena berhasil meraih juara pertama pada kompetisi ini.

“.. rasanya sih ya, bangga. Senang sih bisa membahagiakan orang tua. Untuk pencapaian sejauh ini..” ujar Dzikri.

Dzikri menerangkan, aplikasi “Sekolah Ku” ini merupakan aplikasi yang memudahkan pengguna untuk menemukan sekolah sesuai keinginannya.

“.. kami membuat aplikasi untuk mencari sekolah. Agar orang tua dan murid dapat mengetahui sekolah mana yang cocok dengannya. Sehingga setelah masuk sekolah, (murid) tidak menyesal dengan pilihannya”.

Namun, yang membedakan aplikasi ini dengan aplikasi lainnya, adanya fitur charity atau fitur untuk berdonasi. Sehingga pengguna juga dapat membantu siswa lainnya yang kurang mampu.

“… kelebihan aplikasi kami adalah, kami memiliki kelebihan sendiri yaitu ada fitur charity atau fitur penggalangan sosial. Jadi kita bisa bersekolah sambil bersedekah. Jadi kita semua bisa merasakan sekolah yang sama. ” terang siswa SMK IDN itu.

Adapun Juara dua dan tiga masing-masing diraih oleh tim “com.bismillah.team” dan tim “kidveloper”. Sedangkan juara favorit berhasil diraih oleh tim “Konco Dolan”.

Ust. Seno menjelaskan, awalnya pemenang hanya dibatasi hingga juara tiga. Namun, pihak panitia akhirnya memutuskan untuk menganugerahkan juara favorit kepada yang bersangkutan sebagai penghargaan atas usaha dan semangat nya, meskipun tim tersebut memiliki kesulitan dalam menyusun rancangan aplikasi yang diperlombakan.

Syachan Abdurrahman, anggota tim “Konco Dolan” menerangkan bahwa salah satu kendala yang mereka hadapi adalah sulitnya akses mendapatkan WiFi. Namun, ia dan timnya tidak menganggap itu sebagai masalah justru menganggap sebagai tantangan.

“..kan ga ada WiFi. Terus kan bingung. Mau bikin apa nih? ga ada WiFi, ga ada apa, ga ada internet. Terus akhirnya tulis di buku. Daripada tidak kerjain apa-apa..”

“… Terakhir keluar kata-kata mutiara. WiFi jangan jadikan hambatan, tapi jadikan tantangan.” Terang siswa SMK RPL C IDN Boarding School itu.

Dari semangat tanpa menyerah nya itu, tercipta lah aplikasi “Tabungan Santri” yang memudahkan musyrif atau pengasuh asramanya untuk mengatur uang yang dititipkan santri kepada musyrif nya.

“..jadi “Tabungan Santri” tuh kayak, santri bisa nabung tanpa buku, tanpa apa, jadi langsung dari aplikasi. Jadi data bisa langsung diketahui musyrif , (uang) keluar berapa, (uang) masuk berapa..” jelas Syachan.

Kendati hanya meraih juara favorit, ia dan timnya tidak merasa kecewa maupun sedih. Bahkan, mereka merasa senang karena ini merupakan juara pertama kali yang berhasil ia raih. Dan Syachan mengaku, meski hanya juara favorit, ia akan tetap berusaha untuk menelurkan karya-karya lainnya di masa yang akan datang.

Ikuti perkembangan berita selanjutnya di www.idn.sch.id

 

Reporter: Aryga NoorHadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need help? Let's chat with us!

Perlu bantuan ? silahkan klick dibawah ini untuk mulai bicara dengan kami

Admin

SMP-SMK IDN

Online

SMP-SMK IDNJagoan IT Pinter Ngaji

Assalaamu'alaikum ada yang bisa kami bantu ? 00.00