Kuliah Gratis di Rusia, Alumni SMK IDN Bogor Raih Beasiswa S2

alumni tkj idn boarding school luar negeri

Kuliah Gratis di Rusia, Alumni SMK IDN Bogor Raih Beasiswa S2

Kesempatan Yang Tak Pernah Direncanakan: Kuliah Gratis di Rusia

Aimar tidak pernah berpikir bahwa ia akan berkesempatan untuk kuliah gratis di Rusia. Namun kini ia telah berstatus sebagai mahasiswa S2 di salah satu kampus bergengsi di kota terbesar di Eropa sekaligus ibukota Rusia: Moskow.

Visi “Muda Mendunia”, dua kata singkat namun sangat esensial dan nyata. Visi ini terus dibuktikan oleh para alumninya di kancah internasional. Salah satu bukti nyatanya datang dari Muqorrobin Aimar, alumni SMK IDN Bogor Angkatan 1 dari Jurusan TKJ (Network Engineer). Berasal dari angkatan SMK paling awal, ia juga menyelesaikan S1 di kampus IDN yang juga baru dibentuk pada saat itu. Konsisten dengan studinya di bidang Network Engineering membuatnya tak perlu menunggu waktu lama untuk memulai karir di salah satu perusahaan di Jakarta.

Setelah berhasil membangun karier profesional di Jakarta, Aimar membuat keputusan berani: keluar dari zona nyaman demi mengejar mimpi studi di tingkat internasional. Kini, ia resmi tercatat sebagai mahasiswa S2 Computer Engineering di Higher School of Economics (HSE) University, Moskow, melalui jalur beasiswa penuh (full scholarship).

Bagaimana perjalanan seorang lulusan sekolah IT di Bogor yang saat itu masih seumur jagung bisa menembus salah satu kampus top di Rusia dengan beasiswa penuh? Simak kisah inspiratifnya berikut ini!

Resign Dari Ibukota Tanah Air, Planning Berkarir di Ibukota Tanah Terluas di Dunia

Keputusan untuk Aimar memilih resign didasari alasan untuk menemani sang adik yang sudah lebih dulu mengambil studi Rusia. Ia pun mencoba mencari cara agar dapat studi di negara terbesar di dunia tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya. Ia akhirnya mempersiapkan diri melanjutkan studi ke Rusia sambil mendaftar beasiswa pemerintah Rusia yang dikelola oleh Rumah Rusia (Russian House/Rusmindo).

Setibanya di Rusia, ternyata ia tak serta-merta menerima beasiswanya dan memulai studi S2. Langkah selanjutnya adalah harus menyelesaikan kelas persiapan bahasa Rusia selama satu tahun. Di sinilah kesempatan kuliah S2 gratis di Rusia ditentukan. Ujian bahasa Rusia menjadi kunci utama baginya untuk menembus program master Computer Engineering di HSE University Moskow.

Ketika ditanya mengenai kehidupan di sana, Aimar menepis keraguan banyak orang tentang keamanan dan kenyamanan tinggal di negara yang begitu jauh dari negara asalnya.

“Setelah saya tinggal di sini, saya rasa Rusia enggak terlalu buruk. Saya jadi punya cita-cita untuk berkarir dan membawa orang tua saya ke sini,” ungkapnya.

Bagi Aimar, Rusia adalah negara yang sangat prospektif, baik untuk membangun karier profesional di bidang teknologi maupun sebagai tempat tinggal yang layak bersama keluarga.

Seberapa Besar Peluang Kuliah Gratis di Rusia?

Bagi para pelajar khususnya siswa SMK IDN yang ingin kuliah gratis baik untuk jenjang S1 maupun S2 di Rusia, Aimar membagikan kabar gembira. Menurutnya, Rusia saat ini sedang mengalami keterbatasan tenaga ahli di bidang teknologi informasi (IT). Kondisi ini membuat pemerintah dan universitas di sana sangat mendukung calon mahasiswa asing yang ingin mendalami ilmu komputer.

“Tips lolos beasiswa ini sebetulnya cukup mudah. Saya rasa teman-teman dari IDN kemungkinan lolosnya bisa 80 sampai 90 persen. Di sana kekurangan tenaga IT, jadi kalau ada mahasiswa yang mau belajar IT, mereka akan sangat support,” jelas Aimar.

Aimar merekomendasikan Rusia sebagai pilihan bagi alumni SMK IDN Bogor yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Kurikulum IDN sudah begitu kental dengan pendidikan bahasa asing, berkomunikasi dengan warga mancanegara, dan beragam program internasional lainnya. Siswa IDN juga didorong untuk memiliki portofolio, CV, dan prestasi yang kompetitif. Hal-hal tersebut bisa menjadi bekal para alumninya untuk dapat bersaing dengan pelajar dari seluruh dunia untuk meraih beasiswa di Rusia.

Tantangan Bahasa Rusia dan Mentalitas Pejuang

Meskipun peluang keterimaan di jurusan IT sangat tinggi, Aimar mengakui bahwa tantangan terbesarnya justru terletak pada penguasaan bahasa lokal. Bahasa Rusia dikenal memiliki tata bahasa yang cukup kompleks bagi penutur asing. Hal inilah yang paling mendebarkan karena kelulusan bahasa adalah penentu ia meraih beasiswa tersebut.

“Ujian sebenarnya bukan di tahap pendaftaran. Yang menantang adalah di skill bahasa. Saya sendiri awal-awalnya masih kesulitan untuk berbicara dalam bahasa Rusia,” aku Aimar.

Namun, di sinilah letak keunggulan lulusan IDN. Aimar mengungkapkan bahwa atmosfer pendidikan di IDN, yang tidak hanya memadukan konsep pendidikan keahlian IT dan sekolah tahfidz, juga membentuk ketahanan mental yang luar biasa.

“Di IDN, mentalitas dalam menghadapi tantangan sudah dibentuk dengan sangat luar biasa. IDN mungkin enggak mengajarkan kita mata pelajaran seperti matematika dan fisika secara mendalam, melainkan mengajarkan mental semangat juang dan kerja keras. Saya rasa itu cukup menjadi bekal untuk melalui ujian-ujian di kelas bahasa selama 1 tahun ini. Alhamdulillah, saya sudah berhasil dapat sertifikat bahasa itu,” lanjutnya.

Kerja Part-Time dan Mentalitas Pantang Diam

Meskipun beasiswa dari pemerintah Rusia sudah mencakup seluruh biaya kuliah (tuition fee) hingga akomodasi tempat tinggal, Aimar tidak lantas bersantai. Ia memilih mengisi waktu luangnya dengan bekerja paruh waktu (part-time).

Pantang diam, pantang gengsi, ia bekerja di warehouse (pergudangan) lokal bahkan menjadi pembersih salju (snow cleaner) di musim dingin Moskow!

Mentalitas ini lahir dari prinsip bahwa anak muda tidak boleh hanya duduk diam membuang kesempatan. Apalagi, peluang menambah penghasilan di sana sangat terbuka lebar, bahkan di luar sektor IT.

“Bulan Juli kemarin, 9 kali kerja part-time dapet 26.000 Rubel,” tutur Aimar.

Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, jumlah tersebut mencapai sekitar Rp5.800.000 hanya dari beberapa hari kerja paruh waktu. Sebuah pencapaian yang sangat produktif untuk seorang mahasiswa beasiswa di luar negeri.

Bekal Penting dari SMK IDN Bogor Bagi Aimar Terjun ke Kampus Dunia

Mengingat kembali masa-masa sekolahnya saat IDN baru awal berdiri, Aimar memaparkan tiga hal berharga yang ia dapatkan selama menimba ilmu di SMK IDN Bogor, yang jarang didapatkan oleh siswa di sekolah lain:

  1. Jiwa Kompetitif yang Tinggi: Siswa IDN tidak pernah dibiarkan berada di zona nyaman. Mereka selalu didorong dan difasilitasi untuk aktif mengikuti berbagai ajang perlombaan IT, mulai dari skala nasional hingga internasional.
  2. Kepemilikan Sertifikasi Internasional: IDN memastikan setiap siswanya lulus dengan pengakuan kompetensi tingkat dunia. “Saya sendiri saat masih bersekolah di SMK IDN telah mendapat tiga sertifikasi internasional: dua di bidang Mikrotik dan satu di bidang Cisco,” terang Aimar.
  3. Kemampuan Berbicara dan Berkomunikasi (Public Speaking): Santri diajarkan untuk berani menyampaikan ide di depan publik. Mulai dari menjadi pemateri di program IDN Mengajar hingga tampil dalam forum ilmiah. “Saya sempat tampil memperkenalkan budaya Indonesia dalam satu konferensi di kampus tempat saya belajar. Dan masih banyak lagi hal menarik yang saya pelajari di IDN, terlebih yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan seperti kemandirian, kebermanfaatan, dan rasa syukur.”
Baca Juga: KENAPA HARUS IDN?

Pengalaman Aimar dari SMK IDN Bogor hingga ke Moskow Rusia menjadi inspirasi bagi para pelajar Indonesia yang ingin mencicip pendidikan terbaik dunia.
Bergabunglah bersama SMK IDN Bogor untuk membuka pintu gerbang studi mendunia!
#SMKIDNBogor #MudaMendunia